Kulit Pisang pun Bisa Menjadi Obat Kolesterol
Apakah Anda adalah penggemar buah pisang? Jika iya, apa yang biasanya Anda lakukan terhadap kulit pisang tersebut? Sebagian besar orang pasti akan menjawab bahwa mereka akan membuang kulit pisang tersebut. Kulit telur sudah lama dipergunakan untuk bahan berbagai macam hiasan tapi tidak halnya dengan kulit pisang. Namun demikian, baru-baru ini dilaksanakan penelitian di Universitas Brawijaya yang terletak di Malang dan hasil dari penelitian ini cukuplah mengejutkan. Pastinya setelah ini Anda akan berpikir dua kali sebelum membuang kulit pisang.
Dari penelitian ini telah berhasil ditemukan bahwa kulit pisang mengandung pectin. Pectin adalah zat yang amat berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol yang ada di dalam darah. Pectin juga merupakan zat yang terkandung di dalam berbagai obat kolesterol yang ada di pasaran. Namun demikian, obat-obatan demi membeli obat-obatan tersebut, memang penderita kolesterol harus mau meraih kocek dalam-dalam.
Apakah Anda adalah penggemar buah pisang? Jika iya, apa yang biasanya Anda lakukan terhadap kulit pisang tersebut? Sebagian besar orang pasti akan menjawab bahwa mereka akan membuang kulit pisang tersebut. Kulit telur sudah lama dipergunakan untuk bahan berbagai macam hiasan tapi tidak halnya dengan kulit pisang. Namun demikian, baru-baru ini dilaksanakan penelitian di Universitas Brawijaya yang terletak di Malang dan hasil dari penelitian ini cukuplah mengejutkan. Pastinya setelah ini Anda akan berpikir dua kali sebelum membuang kulit pisang.
Dari penelitian ini telah berhasil ditemukan bahwa kulit pisang mengandung pectin. Pectin adalah zat yang amat berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol yang ada di dalam darah. Pectin juga merupakan zat yang terkandung di dalam berbagai obat kolesterol yang ada di pasaran. Namun demikian, obat-obatan demi membeli obat-obatan tersebut, memang penderita kolesterol harus mau meraih kocek dalam-dalam.
Grup peneliti yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi tersebut menyatakan bahwa pectin dari kulit pisang pastinya akan dapat menjadi obat kolesterol yang lebih mudah ketimbang dari pectin yang beredar di pasaran. Pasalnya, pectin yang ada di pasaran biasanya berasal dari buah-buahan segar seperti apel dan jeruk. Harga dari buah-buahan tersebut memang jelas jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit pisang yang selama ini hanya menjadi sampah.
Dalam penelitian tersebut, pectin dari kulit pisang kemudian dicampurkan dengan pemanis seperti permen lunak ataupun marshmallow. Ini dilakukan untuk mempermudah konsumsi. Tanpa adanya pemanis, rasa pectin sendiri memang agak sulit untuk dicerna. Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa campuran antaran pectin dan pemanis yang dikonsumsi secara rutin selama dua minggu akan dapat mengurangi kandungan kolesterol sebanyak lebih dari 50%.
Para peneliti berharap bahwa keberhasilan mereka dalam penelitian ini dapat membantu mengurangi jumlah para penderita kolesterol dunia, khususnya Indonesia, terutama bagi mereka yang kurang mampu untuk membeli berbagai obat kolesterol yang mahal. Mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen pisang terbesar di Asia dan di dunia, maka pastinya sampah berupa kulit pisang amatlah melimpah dan mudah untuk didapatkan.
Para peneliti muda tersebut merasa bahwa sudah menjadi kewajiban mereka untuk mencoba membantu, apalagi jika melihat dari data yang telah berhasil dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia, para penderita kolesterol tinggi merupakan orang-orang yang paling tinggi kemungkinannya untuk terserang penyakit jantung kororner dan ini adalah salah satu penyakit pembunuh utama yang ada di dunia.
Pengolahan kulit pisang ini amatlah mudah. Cukup dengan memanggang kulit pisang pada suhu 55 derajat Celcius selama 10 menit dan kemudian menumbuknya sampai halus. Bubuk ini kemudian diekstrak dengan asam sehingga pectin akan terpisah. Selanjutnya pectin dikeringkan selama 24 jam dan dicampur pemanis.
Dalam penelitian tersebut, pectin dari kulit pisang kemudian dicampurkan dengan pemanis seperti permen lunak ataupun marshmallow. Ini dilakukan untuk mempermudah konsumsi. Tanpa adanya pemanis, rasa pectin sendiri memang agak sulit untuk dicerna. Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa campuran antaran pectin dan pemanis yang dikonsumsi secara rutin selama dua minggu akan dapat mengurangi kandungan kolesterol sebanyak lebih dari 50%.
Para peneliti berharap bahwa keberhasilan mereka dalam penelitian ini dapat membantu mengurangi jumlah para penderita kolesterol dunia, khususnya Indonesia, terutama bagi mereka yang kurang mampu untuk membeli berbagai obat kolesterol yang mahal. Mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen pisang terbesar di Asia dan di dunia, maka pastinya sampah berupa kulit pisang amatlah melimpah dan mudah untuk didapatkan.
Para peneliti muda tersebut merasa bahwa sudah menjadi kewajiban mereka untuk mencoba membantu, apalagi jika melihat dari data yang telah berhasil dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia, para penderita kolesterol tinggi merupakan orang-orang yang paling tinggi kemungkinannya untuk terserang penyakit jantung kororner dan ini adalah salah satu penyakit pembunuh utama yang ada di dunia.
Pengolahan kulit pisang ini amatlah mudah. Cukup dengan memanggang kulit pisang pada suhu 55 derajat Celcius selama 10 menit dan kemudian menumbuknya sampai halus. Bubuk ini kemudian diekstrak dengan asam sehingga pectin akan terpisah. Selanjutnya pectin dikeringkan selama 24 jam dan dicampur pemanis.

0 Response to "Kulit Pisang Obat Kolesterol Ampuh, Benarkah?"
Posting Komentar